BUKU FILSAFAT HUKUM PDF

adminComment(0)

Jual Buku Filsafat Hukum Prof Dr B Arief Sidharta M Hum lembaga penelitian universitas sriwijaya - lembaga penelitian universitas sriwijaya daftar buku ajar no. Jual Buku Filsafat Hukum Prof Dr B Arief Sidharta M Hum download buku oemar hamalik bestthing.info - wealthmove - buku-buku-filsafat-pendidikanml - buku. Filsafat Hukum, please sign up. Be the first to ask a question about Pengantar Filsafat Hukum . aku ingin membaca buku ini flag Like · see review.


Buku Filsafat Hukum Pdf

Author:TAMMY RINIKER
Language:English, Dutch, French
Country:Luxembourg
Genre:Science & Research
Pages:289
Published (Last):15.07.2015
ISBN:529-3-15120-250-6
ePub File Size:25.55 MB
PDF File Size:20.27 MB
Distribution:Free* [*Sign up for free]
Downloads:36694
Uploaded by: LIBBIE

The PDF file you selected should load here if your Web browser has a PDF reader plug-in installed (for example, a recent version of Adobe Acrobat Reader). Jual Buku Filsafat Hukum Prof Dr B Arief Sidharta M Hum metallica the unforgiven black album,metric conversion problems and answers,metaphor key topics in. Jual Buku Filsafat Hukum Prof Dr B Arief Sidharta M Hum handbook oil gas operations volume,handbook to life in ancient rome,hannah and the dusty stars.

Pikiran atau gagasan hanyalah produk dari otak. Otak, dan oleh karena itu ide, muncul pada tingkatan tertentu dalam perkembangan makhluk hidup. Pilar-pilar dasar Materialisme adalah sebagai berikut: Dunia material, yang kita ketahui melalui indera kita dan dijelajahi oleh ilmu sains, adalah nyata. Perkembangan dunia terjadi menurut hukum-hukum alamnya, tanpa kaitan dengan yang supernatural.

Hanya ada satu dunia, yaitu yang material. Pikiran adalah produk dari benda otak , tanpanya tidak akan ada gagasan-gagasan yang mandiri. Maka pikiran dan ide tidak dapat hadir sendiri tanpa benda. Gagasan-gagasan umum hanyalah cerminan dari dunia material. Marx,Kontribusi Terhadap Kritik Ekonomi Politik Kaum Idealis memaknai kesadaran, pikiran, sebagai suatu hal yang eksternal, dan berlawanan dengan benda, dengan alam. Pertentangan ini sesuatu yang sepenuhnya palsu dan artifisial.

Ada hubungan yang erat antara hukum-hukum pemikiran dan hukum-hukum alam, karena pemikiran mengikuti dan mencerminkan alam.

Pikiran tidak dapat menciptakan kategori-kategori dari dirinya sendiri, namun hanya dari dunia eksternal. Bahkan pemikiran-pemikiran yang tampak paling abstrak sebenarnya ditarik dari pengamatan dunia material.

Bahkan ilmu-ilmu yang tampak abstrak seperti matematika murni telah, dalam analisa terakhir, ditarik dari realitas material, dan tidak dibentuk dari dalam otak. Anak sekolahan menghitung jari-jarinya, yang tentu saja material, sebelum menyelesaikan soal aritmetika yang abstrak.

Dengan melakukan demikian, anak itu menciptakan kembali asal-muasal dari matematika itu sendiri. Kita mendasarkan hitungan pada sistem desimal karena kita memiliki sepuluh jari.

Similar books and articles

Huruf-huruf romawi pada awalnya didasarkan pada representasi jari. Sensasi bergantung pada otak, syaraf, retina, dan sebagainya, yaitu, benda itu yang primer. Lenin,Materialisme dan Empiro-Kritisisme. Manusia adalah bagian dari alam, yang mengembangkan ide-ide mereka dalam interaksi mereka dengan dunia. Proses-proses mental juga cukup nyata, namun itu bukan sesuatu yang absolut, di luar alam. Mereka harus dipelajari dalam batas-batas material dan sosial di mana mereka muncul.

Mereka tidak punya sejarah, tidak punya perkembangan, tetapi manusia, yang mengembangkan produksi material mereka dan interaksi material, mengubah eksistensi nyata mereka, pemikiran mereka, dan hasil-hasil pemikiran mereka seiring ini.

Hidup tidak ditentukan oleh kesadaran, namun kesadaran ditentukan oleh hidup. Benteng feodalisme adalah gereja Katolik Roma, yang menyediakan pembenaran Ilahi untuk institusi-institusi monarkis dan feodal.

Oleh karenanya paham-paham gereja ini harus ditentang sebelum feodalisme dapat dihancurkan.

Kelas borjuasi yang sedang bangkit menantang ide-ide lama dan konsep-konsep ketuhanan yang menjadi dasar tatanan masyarakat yang lama. Dan untuk pengembangan produksi industrinya, kaum borjuasi memerlukan sains yang menelaah sifat-sifat fisik pada obyek-obyek alam dan cara-cara berlakunya kekuatan-kekuatan Alam. Hingga saat itu sains hanyalah hamba gereja, tidak boleh melewati batasan yang ditetapkan oleh iman, dan oleh karena itu sebenarnya tidak ada yang benar-benar bisa disebut sains.

Para profesor di masa itu mengejek gagasan-gagasan tersebut dan menggunakan kuasa Indeks dan Inkuisisi melawan Galileo untuk memaksanya melepaskan pandangannya. RS] Sains melawan gereja; kaum borjuasi tidak bisa hidup tanpa sains, dan karena itu, harus ikut dalam perlawanan.

Menurutnya indra tidak mungkin keliru dan merupakan sumber segala pengetahuan. Semua sains didasarkan pada pengalaman, dan data-data ini lalu ditelaah oleh metode penyelidikan yang rasional: induksi, analisa, perbandingan, pengamatan dan eksperimen. Adalah Thomas Hobbes yang melanjutkan dan mengembangkan materialisme Bacon menjadi sebuah sistem.

Mazhab filsafat materialisme diturunkan dari Inggris ke Perancis, yang lalu diambil dan dikembangkan lebih jauh oleh Rene Descartes dan pengikut-pengikutnya. Kaum materialis Perancis ini tidak membatasi diri mereka hanya pada kritik terhadap agama saja, tetapi juga meluas hingga mencakup semua institusi dan gagasan.

Mereka menantang hal-hal ini atas nama Nalar, dan memberikan amunisi kepada kaum borjuasi yang sedang berkembang dalam perjuangan mereka melawan monarki. Lahirnya Revolusi Borjuis Perancis tahun mengambil filsafat materialisme sebagai keyakinan mereka. Tidak seperti Revolusi Inggris di pertengahan abad ke, Revolusi Perancis benar-benar menghabisi tatanan feodal yang lama.

Revolusi Perancis memperbaharui pemikiran dalam segala bidang, politik, filsafat, sains dan seni. Gejolak gagasan-gagasan yang muncul dari revolusi demokrasi borjuis ini membuka jalan untuk kemajuan-kemajuan dalam ilmu alam, geologi, botani, kimia dan juga ekonomi politik.

Dalam masa inilah suatu kritik dilontarkan terhadap pendekatan mekanistik para materialis. Seorang filsuf Jerman, Immanuel Kant , membuat dobrakan pertama dalam cara-cara mekanis lama dengan penemuannya bahwa Bumi dan tata surya ada karena suatu proses, dan bukannya sudah ada sepanjang masa. Hal yang sama juga berlaku pada geografi, geologi, tanaman dan binatang.

Ide revolusioner Kant ini dikembangkan secara komprehensif oleh pemikir Jerman yang brilian lainnya, George Hegel Hegel,Sains Logika Hegel melihat dunia bukan sebagai partisipan aktif dalam masyarakat dan sejarah manusia, namun sebagai filsuf, yang merenungkan kejadian-kejadian dari jauh. Ia memasang dirinya sebagai mistar bagi dunia, menginterpretasi sejarah menurut prasangka-prasangkanya sebagai sejarah pemikiran, dunia sebagai dunia gagasan, sebuah Dunia Ideal.

Hak asasi manusia : teori, hukum, kasus

Maka untuk Hegel, masalah-masalah dan kontradiksi-kontradiksi dikedepankan bukan dalam wujud-wujud nyata namun dalam wujud pikiran, dan karena itu bisa mencari penyelesaiannya dalam wujud pemikiran. Bukannya menyelesaikan kontradiksi dalam masyarakat oleh aksi manusia, oleh perjuangan kelas, mereka malah menemukan solusinya dalam kepala sang filsuf, dalam Ide Absolut! Bagaimanapun juga, Hegel menyadari kesalahan-kesalahan dan kekurangan dari pandangan mekanistik yang lama. Ia juga menunjukkan kekurangan logika formal dan bekerja untuk menciptakan pandangan dunia baru yang dapat menjelaskan kontradiksi-kontradiksi perubahan dan gerakan.

Lihat di bawah. Walaupun Hegel menemukan kembali dan menganalisis hukum-hukum pergerakan dan perubahan, idealismenya memutarbalikkan segalanya. Kritik dan perjuangan para Hegelian Muda, dipimpin oleh Ludwig Feuerbach, berusaha mengoreksi dan menempatkan filsafat kembali berdiri tegak.

Tugas ini dibebankan kepada Marx dan Engels, yang dapat menyelamatkan metode dialektis dari cangkang mistisnya. Dialektika Hegelian digabungkan dengan materialisme modern demi menciptakan pemahaman dialektika materialisme yang revolusioner. Apa itu dialektika? Kita telah melihat bagaimana materialisme modern adalah konsep bahwa benda itu utama dan pemikiran atau ide-ide adalah produk dari otak. Tetapi apa itu pemikiran dialektis atau dialektika?

Metode pemikiran dialektis sudah ada jauh sebelum Marx dan Engels mengembangkannya secara ilmiah sebagai metode untuk memahami evolusi masyarakat. Zaman Yunani Kuno menghasilkan sejumlah pemikir dialektis yang hebat, termasuk Plato, Zenon dan Aristoteles. Mengutip dari Plato,Cratylus Pernyataan ini telah mengandung pemahaman dasar dialektika bahwa semua hal di alam ada dalam keadaan berubah terus-menerus, dan bahwa perubahan ini terjadi melalui serangkaian kontradiksi.

Dialektika mengungkapkan karakter transisional dari semua hal dan dalam semua hal: tidak ada satu hal pun yang statis kecuali proses tak-terinterupsi untuk menjadi ada dan menjadi tidak ada, untuk naik terus dan terus dari bawah ke atas. Dan filsafat dialektis tidak lebih dari sekedar cerminan dari proses ini dalam otak yang berpikir. Namun mereka tidak sanggup membawa antisipasi ini menuju kesimpulan logisnya karena rendahnya perkembangan alat-alat produksi, dan kurangnya pengetahuan yang rinci tentang cara kerja alam semesta.

Gagasan-gagasan mereka memberikan gambaran umum yang kurang lebih tepat, tetapi lebih sering dalam bentuk tebakan-tebakan yang pintar dan bukannya teori yang ditelaah secara ilmiah. Untuk membawa pemikiran manusia lebih jauh, metode-metode lama ini perlu ditinggalkan supaya bisa memahami alam semesta, dan perlu lebih fokus pada tugas-tugas lebih kecil dan lebih membosankan seperti mengumpulkan, menyisihkan, dan menamai sekumpulan fakta, menguji teori-teori dengan percobaan, mendefinisikan, dll.

Pendekatan yang empiris, eksperimental, dan faktual ini memberikan loncatan yang begitu besar pada pemikiran manusia dan sains. Penyelidikan terhadap cara kerja alam sekarang dapat dilakukan secara ilmiah, dengan menganalisis setiap masalah dan menguji setiap kesimpulan. Namun dalam prosesnya, kita kehilangan kemampuan lama untuk mendekati hal-hal dalam keterhubungannya, dan bukannya terpisah, dalam proses bergeraknya, dan bukannya statis, dengan kehidupannya, dan bukannya dalam kematiannya.

Pendekatan ini masih mendominasi filsafat dan sains kapitalisme modern.

Print Version

Tetapi fakta tidak bisa memilih dirinya sendiri. Mereka harus dipilih oleh manusia. Urutan penataan mereka, dan kesimpulan-kesimpulan yang ditarik dari mereka bergantung pada prasangka yang sudah ada dalam diri seseorang.

Dialektika tidak hanya berkutat dengan fakta, namun juga dengan fakta-fakta dalam saling keterhubungannya, misalnya prosesnya, tidak hanya dengan gagasan-gagasan yang berdiri sendiri-sendiri, namun dengan hukum-hukum, tidak hanya dengan yang partikular, namun dengan yang umum. Pemikiran dialektis dapat dibandingkan dengan metafisika sebagaimana film dapat dibandingkan dengan foto.

Mereka tidak saling meniadakan, namun saling melengkapi.

Walaupun begitu, kenyataan ditangkap dengan lebih lengkap dan lebih jujur dalam sebuah film. Kekurangan fundamental dari cara berpikir seperti ini adalah ketidakmampuannya untuk membayangkan gerakan dan perkembangan, dan penolakannya terhadap segala kontradiksi.

Namun, gerakan dan perubahan mengimplikasikan kontradiksi. Ahli metafisika berpikir dalam antitesis yang tak terdamaikan… Baginya suatu hal itu ada atau tidak ada: suatu hal tidak mungkin, pada saat yang sama, menjadi dirinya sendiri dan juga menjadi sesuatu hal yang lain.

Positif dan negatif secara mutlak saling meniadakan: sebab dan akibat berdiri dalam antitesis yang kaku satu sama lain. Pada titik manakah hidup manusia dimulai? Pada titik manakah hidup manusia berakhir? Kematian, juga bukanlah sebuah kejadian yang sederhana.

Kita menginjak dan tidak menginjak ke dalam arus sungai yang sama: kita ada dan tidak ada. Aristoteles merupakan orang pertama yang mengembangkan hukum-hukum logika formal, dan sistem penalarannya telah diterima oleh para ahli metafisika dari masa ke masa sebagai satu-satunya metode pemikiran ilmiah yang benar.

Ini cukup mudah dibuktikan jika kita memandang dua huruf ini di bawah lensa - mereka cukup berbeda satu sama lain. Namun, orang bisa saja berkeberatan, bahwa pertanyaannya bukan mengenai ukuran atau bentuk dari huruf-huruf ini, karena mereka hanya simbol untuk jumlah kuantitas yang setara, semisal satu kilogram gula. Keberatan ini tidaklah relevan - dalam kenyataannya satu kilogram gula tidak akan pernah setara dengan satu kilogram gula - sebuah timbangan yang lebih akurat akan selalu menunjukkan perbedaannya.

Lagi-lagi seorang bisa berkeberatan; namun satu kilogram gula itu setara dengan dirinya sendiri. Namun ini pun tidak tepat - semua hal terus berubah tanpa henti dalam ukuran, berat, warna, dll. Mereka tidak pernah sama dengan dirinya sendiri.

Tetapi semua hal eksis dalam waktu: dan eksistensi itu sendiri adalah sebuah proses perubahan yang terus-menerus: waktu adalah elemen fundamental dalam eksistensi. Pada kenyataannya mereka memiliki signifikansi yang menentukan. Sebagai contoh, bagaimana pembeli dan penjual memahami satu kilogram gula. Kita pun memahami suhu matahari seperti itu. Hingga akhir-akhir ini kita memahami daya beli mata uang dolar dengan cara yang sama.

Namun perubahan kuantitatif yang melampaui suatu batas tertentu berubah menjadi kualitatif. Satu kilogram gula yang dicampur dengan air atau kerosin berhenti menjadi satu kilogram gula. Satu dolar yang digenggam seorang presiden berhenti menjadi satu dolar.

Untuk menentukan momen yang tepat, titik kritis di mana kuantitas berubah menjadi kualitas adalah salah satu tugas paling penting dan sulit dalam semua ranah ilmu pengetahuan, termasuk sosiologi. F Hegel, Hegel, salah satu orang pada zamannya dengan pengetahuan seperti ensiklopedia, mengkritik secara terperinci bentuk-bentuk penalaran formal, dan menunjukkan batasan-batasan dan keberpihakannya.

Hegel menciptakan analisis pertama yang benar-benar lengkap mengenai hukum-hukum dialektika, yang dijadikan dasar Marx dan Engels dalam mengembangkan teori materialisme dialektis mereka.

Other books: BUKU BEKAM PDF

Dalam sistem ini - dan di sinilah kita temui keunggulannya- untuk pertama kalinya seluruh dunia, yang alami, historis, intelektual, disajikan sebagai suatu proses, yakni dalam pergerakan, perubahan, transformasi, perkembangan yang konstan; dan muncullah usaha untuk menyusuri hubungan-hubungan internal yang membangun keseluruhan gerakan dan perkembangan ini secara berkesinambungan.

Dari sudut pandang ini, sejarah umat manusia tidak lagi tampak seperti keruwetan kekejaman yang tak bermakna, sebagai hal yang patut dikutuk dari tahta filsafat dan nalar, dan yang lebih baik dilupakan secepatnya, namun sebagai proses evolusi manusia itu sendiri. Sekarang tugas kaum intelektual adalah untuk mengikuti alur proses ini setahap demi setahap melewati semua liku-likunya yang berkelok dan untuk menyusuri hukum-hukum internal yang meliputi semua fenomena-fenomena di permukaan tampak seperti kebetulan.

Engels,Sosialisme: Utopis dan Ilmiah Walaupun memiliki sisi mistis, filsafat Hegel telah menjelaskan hukum yang paling penting dalam dialektika: Kuantitas dan kualitas, kutub berlawanan yang saling merasuki, dan negasi dari negasi. Pandangan umum mengenai evolusi sebagai perkembangan yang damai, halus dan berkesinambungan adalah pandangan yang sepihak dan salah. Efek kumulatif dari berbagai perubahan kecepatan molekul pada akhirnya menghasilkan suatu perubahan bentuk - kuantitas menjadi kualitas.

Contoh-contoh lain bisa mudah didapatkan, dari seluruh cabang ilmu, dari sosiologi dan bahkan dari kehidupan sehari hari misalnya, titik di mana menambahkan garam ke dalam sup mengubahnya dari sesuatu yang lezat menjadi sesuatu yang tidak layak dimakan.

Garis pengukuran nodal Hegel dan hukum transisi dari kuantitas menuju kualitas dan sebaliknya sangat penting tidak hanya untuk sains di mana, seperti hukum-hukum dialektika lainnya, digunakan secara tidak sadar oleh para ilmuwan yang bukan merupakan ahli dialektika yang sadar namun di atas segalanya dalam analisa sejarah, masyarakat, dan pergerakan kelas buruh.

Dialektika berusaha mengupas benang-benang, transisi, sebab dan akibat yang jumlahnya tak terhitung itu yang menjadi perekat alam semesta. Kartikadewi Kartikadewi rated it it was amazing Nov 28, Annisa Angraini rated it it was amazing Jan 13, Adisti Anindya rated it it was amazing Aug 31, Amgasussari rated it liked it Apr 26, Dhani Trisma rated it it was amazing Jul 11, Sri Wahyuni rated it really liked it Aug 28, Tasia rated it liked it Nov 18, Larasati Prameswari rated it it was amazing Sep 25, Mar 24, Ginanjar Yusuf rated it it was amazing.

Nurisna Aina rated it it was amazing Sep 01, Ricardo Siringoringo rated it it was amazing Oct 07, Tri Wahyudi rated it it was amazing Feb 24, Pirhot marked it as to-read Aug 19, Karjo marked it as to-read Sep 01, Isfahannur added it Feb 08, Henryalipen marked it as to-read Jan 29, Naya Azlea marked it as to-read Feb 10, Sutisna Salim marked it as to-read Apr 16, Babadotan marked it as to-read Sep 13, Nur Miftahudin marked it as to-read Sep 16, I Gusti marked it as to-read Oct 02, Osvaldo Mario added it Nov 18, Niar marked it as to-read Jan 02, Sulung Saputro marked it as to-read Jan 04, Rizal Astampan marked it as to-read Mar 17, Eni Irma added it Apr 03, Ichsan Kamal added it Aug 04, Keptia Saktiawan marked it as to-read Feb 12, Vais Ranggo marked it as to-read Feb 28, Pindank Elfarihy marked it as to-read Mar 03, Cristian marked it as to-read Mar 16, Durga added it Mar 24, Muhamad Riansyah marked it as to-read Apr 05, Surya marked it as to-read Apr 11, Letjen Haloho marked it as to-read Apr 12, Evren Gilbert marked it as to-read Apr 17, Erwin Priatna marked it as to-read Apr 19, Susi marked it as to-read Jun 11, Syamsul marked it as to-read Jun 12, Jhansen Sueb added it Aug 25, Sri Mulya marked it as to-read Sep 07, There are no discussion topics on this book yet.

About Lili Rasjidi. Lili Rasjidi.Namun mereka tidak sanggup membawa antisipasi ini menuju kesimpulan logisnya karena rendahnya perkembangan alat-alat produksi, dan kurangnya pengetahuan yang rinci tentang cara kerja alam semesta. Mereka tidak saling meniadakan, namun saling melengkapi.

Filsafat fisika

VI, No. Namun, orang bisa saja berkeberatan, bahwa pertanyaannya bukan mengenai ukuran atau bentuk dari huruf-huruf ini, karena mereka hanya simbol untuk jumlah kuantitas yang setara, semisal satu kilogram gula. Pikiran atau gagasan hanyalah produk dari otak. To see what your friends thought of this book, please sign up. Juanda 95 Ciputat Jakarta Phone. Awalnya mereka diasumsikan memiliki validitas dan aplikasi yang universal.

SHENITA from Milwaukee
Also read my other articles. I absolutely love squash tennis. I enjoy studying docunments strictly.
>