NOVEL TENTANG PSIKOLOGI PDF

adminComment(0)

DADAISME: NOVEL PSIKOLOGIS. Download this PDF file. Thumbnails Document Outline Attachments. Find: Previous. Next. Highlight all. Match case. HOMOSEKSUAL TOKOH RAFKY DAN VALENT DALAM NOVEL LELAKI TERINDAH KARYA ANDREI AKSANA: SUATU TINJAUAN. KAJIAN ASPEK PSIKOLOGI TOKOH UTAMA DALAM NOVEL This data was collected by way of reading the novel Layla-Majnun Gisymar Full Text: PDF.


Novel Tentang Psikologi Pdf

Author:MILISSA GABRIAL
Language:English, Indonesian, Dutch
Country:Kazakhstan
Genre:Business & Career
Pages:702
Published (Last):02.01.2016
ISBN:839-3-44002-219-4
ePub File Size:18.64 MB
PDF File Size:14.46 MB
Distribution:Free* [*Sign up for free]
Downloads:30749
Uploaded by: KARIMA

NOVEL PERAHU KERTAS KARYA DEWI LESTARI: ANALISIS PSIKOLOGI The PDF file you selected should load here if your Web browser has a PDF. Downloads cached PDF from CORE Download PDF (5 MB). Show more info. Provided by: Neliti. Publication Year: Suggested articles. Suggested articles. PDF. How to Cite. ASTADI, I Gede Iwan. ANTARA ELING DAN RAGU: ANALISIS PSIKOLOGI SASTRA NOVEL DEWI KAWI. Humanis, [S.l.], apr.

Seperti halnya Freud dalam Alwisol, 23 , berpendapat bahwa manusia sebagai sistem yang kompleks memaikai energi untuk berbagai tujuan seperti bernafas, bergerak, mengamati, dan mengingat. Kegiatan psikologik juga membutuhkan energi, yang disebutnya energi psikik psychic energy. Energi yang ditransfrom dari energi fisik melalui Id beserta insting-instingnya, dan ini bagi Freud sesuai dengan kaidah Fisika, bahwa energi tidak dapat lepas pada diri manusia namun energi itu dapat berpindah-pindah dan berubah bentuk.

Dinamika kepribadian ditentukan oleh cara energi psikis yang didistribusikan serta digunakan oleh id, ego dan superego. Oleh karena jumlah energi itu terbatas, maka akan terjadi semacam persaingan diantara ketiga sistem itu dalam menggunakan energi tersebut.

Salah satu sistem mengontrol energi itu dengan mengorbankan dua sistem lain. Pada mulanya, id memiliki semua energi yang digunakan untuk merefleksikan gerakan dan memenuhi hasrat melalui proses primer. Energi id sangat mudah berubah karena id tidak mampu mengadakan diskriminasi atau perbedaan secara cermat diantara objek-objek. Objek- objek yang berbeda diperlakukan seolah-olah sama, yakni tidak ada perbedaan antara lambang mental dan acuan fisiknya.

Contohnya adalah terdapat pada bayi yang sedang haus, dia akan mengambil apa saja yang dapat dipegangnya dan memasukkannya ke mulutnya.

Karena ego tidak mempunyai sumber energi sendiri, maka ia harus meminjamnya dari id. Prosesnya adalah ketika id sudah tak bisa membedakan mana lambang mental dan acuan fisiknya, maka sang pribadi terpaksa membedakan antara dunia batin dengan dunia luar.

Ia harus mempelajari perbedaan antara ingatan atau gagasan tentang suatu objek yang tidak ada dengan kesan indera atau persepsi tentang objek yang benar-benar ada. Pencocokkan antara suatu perwujudan mental dengan kenyataan fisik antara ada dalam batin dan dunia luar inilah yang dimaksud identifikasi. Ego berusaha membuat lambang secara tepat mempresentasikan kenyataan yang dilambangkanya. Dengan kata lain,identefikasi memungkinkan proses sekunder mengeser proses primer.

Karena proses sekunder lebih berhasil dalam mereduksi tenganggan- teganggan,maka semakin banyak kateksis atau pendorong ego terbentuk. Lambat laun semakin efisien ego memonopoli persediaan psikis. Begitu ego telah menguasai cukup energi, ia dapat menggunakanya untuk maksud-maksud lain selain memuaskan insting-insting melalui proses sekunder.

Sebagian energi dipergunakan untuk meningkatkan perkembangan aneka proses psikologis seperti mempresepsikan, mengingat, membuat penilaian, mendiskriminasikan, dan befikir. Sebagian lagi harus digunakan untuk mengekang Id agar tidak bertindak secara impulsive dan irasional. Apabila id menjadi terlalu mengancam, maka ego akan membentuk pertahanan-pertahanan terhadapnya. Namun bisa saja pertahanan-pertahanan yang dilakukan oleh ego menjadi lebih lemah karena energinya tidak cukup untuk menahan besarnya dorongan yang dilakukan oleh id, sehingga memunculkan bentuk ketakutan atau kecemasan dari id sekitarnya penekanan atau pertahanan yang dilakukan ego untuk mengekang dorongan id menjadi gagal.

Kecemasan seperti ini biasanya disebut dengan kecemasan neurotic. Pertahanan ini bisa juga digunakan menanggulangi tekanan-tekanan super ego tehadap ego.

Untuk menjaga kelangsungan dari pertahanan-pertahanan ini juga dibutuhkan energi yang cukup. Enegi ego juga dapat dapat dipindahkan untuk membentuk kateksis-kateksis objek yang baru sehingga terbentuklah jaringan minat, sikap dan preferensi turunan dalam ego.

Seperti contoh haus tadi, haus dapat meliputi kateksis-kateksis seperti minat mengumpulkan aneka resep minuman, mengunjungi restoran atau rumah makan yang menyediakan aneka minuman sepesial dan lainya. Akhirnya, ego sebagai eksekutif organisasi kepribadian menggunakan energi untuk menciptakan integrasi diantara ketiga sistem. Tujuan dari fungsi itegrasi dari ego ini adalah untuk menciptakan keselarasan batin dalam kepribadian sehingga transaksi-transaksi ego dengan lingkungan dapat berjalan dengan lancar dan efektif.

Sekali energi yang disediakan oleh insting-insting disalaurkan ke Ego dan Super Ego lewat mekanisme identifikasi, maka interaksi daya-daya mendorong dan menahan atau kateksis dan anti kateksis bisa berlangsung. Ego harus mengendalikan baik id maupun Super Ego agar dia mampu mengarahkan kepribadian secara bijak, namun dia juga harus memiliki persediaan sisa energi untuk bisa berhubungan dengan dunia luar.

Disamping ego harus mengekang id, ego juga harus membuat pertahanan atas dorongan atau tekanan yang dilakukan oleh Super Ego. Bisa saja tekanan-tekanan dari Super Ego nantinya juga bisa menjadi lebih besar dari tekanan yang dilakukan oleh Ego, atau bisa juga energi Ego untuk mengekang Super Ego menjadi lemah karena Ego juga harus mengekang Id sehingga memunculkan bentuk kecemasan secara moral atau kata hati atau norma-norma yang ada yang dihasilkan dari dunia luar jika pertahanan yang dilakukan Ego untuk mengekang dorongan Super Ego dan dikendalikannya, serta diarahkan oleh Super Ego pada tujuan-tujuan yang sesuai dengan moral ketimbang kenyataan dan sekaligus mengendalikan Id agar energinya disalurkan dalam cara atau bentuk yang dapat diterima oleh masyarakat.

Ketakutan atas lemahnya pertahanan Ego dalam mengekang Super Ego bisa juga ditimbulkan dari kenyataan yang ada biasanya berasal dari lingkungan dan langsung diterima oleh si pelaku dan berasal dari dunia luar, dan kecemasan yang secara nyata ini biasanya disebut sebagai kecemasan realitas.

Apabila Super Ego menguasai sebagian besar energi, maka fungsi kepribadian akan di dominasi oleh pertimbangan-pertimbangan moral daripada pertimbangan-pertimbangan realitas. Perpindahan-perpindahan energi ini menyebabkan kepribadian dalam diri seseorang terus menerus bergerak secara dinamis. Daerah tidak sadar yang besar ini berisi dorongan-dorongan, nafsu, ide-ide, dan perasaan- perasaan yang ditekan, merupakan suatu dunia jiwa yang besar.

Bagian tidak sadar ini berisi ketakutan-ketakutan vital dan tidak nampak oleh mata, tetapi melaksanakan control penting atas pikiran-pikiran dan perbuatan-perbuatan sadar seseorang. Dari segi ketidak sadaran ini, maka psikologi yang membatasi diri hanya mempellajari kesadaran saja, sama sekali tidak sesuai untuk memahami motif-motif yang mendasari tingkah laku manusia. Di dunia luar ini terdapat berbagai macam objek yang dapat member kepuasan insting atau kebutuhan manusia.

Jika manusia tidak mampu mereaksi atau menanggulangi macam-macam rasa sakit atau perusakan dari dunia luar, maka orang menjadi takut. Seterusnya jika orang tidak berdaya atau kewalahan menghadapi stimulus-stimulus yang berlebihan yang tidak berhasil dikendalikan oleh Ego, maka ego menjadi terbelenggu oleh kecemasan. Jadi rasa cemas adalah rasa was-was, rasa ketakutan, rasa bimbang, kalau apa yang dihadapi itu akan menimbulkan bahaya, susah tidak senang, gagal dan sebagainya. Takut adalah rasa tidak berani menghadapi kenyataan.

Teori Kecemasan Kecemasan merupakan bagian yang tak kalah penting dari teori Freud, artinya kecemasan ini merupakan variabel penting dari hampir semua teori kepribadian. Pada umumnya kecemasan dapat didefininisikan suatu keadaan perasaan keprihatinan, rasa gelisah, ketidak tentuan, atau takut dari kenyataan.

Orang yang merasa terancam umumnya adalah orang yang penakut, kalau das Ich id mengontrol soal ini, maka orang lalu menjadi dikejar oleh kecemasan atau ketakutan. Kecemasan berfungsi sebagai tanda adanya bahaya yang akan terjadi, suatu ancaman terhadap ego yang harus dihindari atau dilawan.

Dalam hal ini ego harus mengurangi konflik antara kemauan Id dan Superego. Konflik ini akan selalu ada dalam kehidupan manusia karena menurut Freud, insting akan selalu mencari pemuasan sedangkan lingkungan sosial dan moral membatasi pemuasan tersebut.

Oleh karena itu pertahanan akan selalu beroperasi secara luas dalam segi kehidupan manusia, layaknya semua perilaku dimotivasi oleh insting. Anak laki-laki melihat pada ayahnya, dan anak perempuan melihat pada ibunya, dan kemudian mereka juga melihat pada teman bermain yang berjenis kelamin sama dengannya.

Homoseksual terbentuk ketika anak gagal mengidentifikasi dan mengasimilasi, apa, siapa, dan bagaimana menjadi dan menjalani peranan sesuai dengan identitas seksual berdasarkan nilai-nilai universal pria dan wanita. Kegagalan mengidentifikasi dan mengasimilasi identitas seksual ini dapat dikarenakan figur yang dilihat dan menjadi contoh untuknya tidak memerankan peranan identitas seksual mereka sesuai dengan nilainilai universal yang berlaku, seperti ibu yang terlalu mendominasi dan 47 ayah yang tidak memiliki ikatan emosional dengan anak-anaknya, ayah tampil sebagai figur yang lemah tidak berdaya, serta orang tua yang homoseksual.

Hal tersebut membuat anak laki-laki merasa tidak nyaman terhadap ibunya yang terlalu dominan dan memperlakukan ayahnya yang adalah kelompoknya secara tidak menyenangkan. Tanpa disadari oleh anak, kejadian ini seakan terekam dalam ingatannya dan dijadikan sebagai contoh bagaimana wanita akan memperlakukan dirinya nanti seandainya ia membina hubungan dengan wanita.

Ia pun sama sekali tidak mengingkan hal seperti demikian terjadi pada dirinya. Pada akhirnya ia jadi merasa lebih nyaman dan aman untuk berhubungan dengan kelompok jenisnya sendiri melalui http: Hurlock mengatakan, salah tugas perkembangan yang penting di akhir masa kanak-kanak ialah belajar memerankan peran seks yang disetujui kelompok sosial.

Kegagalan dalam menguasai tugas ini akan membawa reaksi sosial yang merugikan, yang kemudian mempengaruhi konsep diri anak Hurlock, Ia juga menambahkan, bahwa minat seks pada anak meningkat sepanjang masa kanak-kanak dan mencapai puncaknya pada masa puber Ketetapan stereotip peran seks dicapai dengan mengajar anak, sejak awal kanak-kanak diajarkan untuk memainkan peran yang dianggap sesuai dengan jenis kelaminnya dan dengan meniadakan kesempatan untuk belajar peran yang dianggap tidak sesuai Hurlock, Orang tua, guru, dan teman adalah orang-orang yang pertama-tama bertanggung jawab atas penentuan peran seks 48 anak Pemaksaan stereotip peran seks pada anak yang tidak sesuai dengan kemampuan atau minat akan mendatangkan rasa tidak puas dan frustasi Ia menjelaskan, bila anak tidak mau atau tidak mampu menerima stereotip peran seks yang telah dipelajarinya sebagai jenis peran seks yang disetujui kelompoknya, mereka dihadapkan pada suatu dilema.

Mereka mungkin melakukan apa yang paling memenuhi kebutuhan mereka, membuat penyesuaian pribadi yang baik tetapi penyesuaian sosial yang buruk, atau mereka akan melakukan apa yang diharapkan oleh kelompok, jadi membuat penyesuaian sosial yang baik tetapi penyesuaian pribadi yang buruk Sadarjoen berpendapat, melalui konsepsi psikoanalitik mengenai perkembangan seksual, respon seksual awal dari anak kecil adalah biseksual.

Apakah nantinya berkembang menjadi heteroseksual atau homoseksual ditentukan kemudian Proses pertumbuhan dan perkembangan anak yang menjadi penentu menjadi heteroseksual atau homoseksual. Seseorang yang homoseksual bukan murni didasari oleh orientasi homoseksual ketertarikan yang bersifat romantis melainkan karena di motivasi oleh rasa ketergantungan terhadap sesama jenis dan kebutuhan akan power kuasa. Ia meyakini bahwa dirinya lemah dan tidak memiliki kuasa atau kekuatan untuk dapat memenuhi kebutuhannya dan meraih apa yang diinginkannya sendirian.

Ia mencari seseorang yang dapat dijadikannya sebagai pegangan, sebagai tempatnya berlindung dan bergantung. Dengan latar belakang pengalaman hidupnya, ia menemukan kenyamanan dan rasa aman ketika berhubungan dengan sesama jenisnya http: Faktor lingkungan yang paling besar memungkinan mempengaruhinya adalah kekerasan seksual dan pengalaman traumatik.

Seseorang yang menjadi korban kekerasan seksual sesama jenis berusaha menghindari sensasi dari pengalaman tersebut. Seringkali ketika mereka sedang sendiri pengalaman dan sensasi tersebut muncul dan membayang-bayangi diri mereka, demikian juga dalam mimpi. Mereka juga teringat akan sensasi yang dirasakan ketika kejadian tersebut terjadi, dan timbullah hasrat dalam diri mereka untuk merasakan kembali sensasi tersebut.

Dorongan inilah yang membuat mereka mencoba-coba dan akhirnya merasakan kenyamanan hingga terbentuk menjadi homoseksual Adesla melalui http: Unsur intrinsik sebuah novel adalah unsur-unsur yang secara langsung turut serta membangun cerita. Berikut ini akan dibahas unsur intrinsik yang membangun jalan cerita novel LT meliputi tokoh, latar, dan tema, yang akan mendukung analisis kepribadian tokoh utama dalam novel.

Tokoh dalam Novel Lelaki Terindah Peristiwa dalam karya fiksi seperti halnya peristiwa dalam kehidupan sehari-hari, selalu diemban oleh tokoh atau pelaku-pelaku tertentu. Tokoh merupakan pelaku cerita, yang melakukan dan dikenai sesuatu di setiap peristiwa dalam cerita. Tokoh membuat cerita menjadi hidup. Merujuk pada teori yang dipaparkan pada bab sebelumnya, berikut ini akan dibahas analisis mengenai tokoh yang terdapat dalam novel LT. Analisis dilakukan untuk mengetahui tokoh-tokoh yang berperan dalam jalannya cerita serta yang mendukung gambaran kepribadian tokoh utama, khususnya yang 50 51 mengakibatkan tokoh utama menjadi homoseksual.

Selain itu, analisis dilakukan untuk mengetahui gambaran fisik dan mental para tokoh. Tokoh Rafky Rafky adalah pemuda gagah dan tampan. Badannya tegap, tinggi atletis. Sosok idaman setiap wanita. Ia anak kedua dari tiga bersaudara. Anak laki-laki satu-satunya dalam keluarga. Kedua orangtuanya menjadikan Rafky sebagai perisai keluarga. Rafky adalah salah satu cowok metroseksual. Rafky sangat peduli dengan penampilannya.

Sikap pria metroseksual yang dimiliki Rafky tampak pada: Ia menikmati menjadi pusat perhatian. Ia semakin berlatih keras di finess center.

Bukan hanya untuk sehat, tapi juga untuk mempertahankan keindahan tubuhnya. Tokoh Valent Valent adalah pasangan homoseksual Rafky. Valent anak tunggal dari keluarga kaya dan terpandang. Ayahnya meninggal karena kecelakaan saat ia berumur dua tahun.

Kepergian ayahnya membuat dirinya tidak mengenal kasih sayang seorang pria, seorang ayah. Sehingga saat ia melewati masa kanak-kanak atau puber, ia merasa janggal akan dirinya. Kejanggalan yang Valent rasakan dalam dirinya sebagai berikut: Ia seperti terkurung dalam tubuh seorang lelaki dewasa. Valent memiliki sisi kewanitaan dalam dirinya yang tampan dan gagah. Hal itu terlihat dari penampilannya yang menarik dan fashionable maupun dari raut wajahnya. Penampilannya menarik, gaya anak muda sekarang.

Kemeja lengan panjang digulung ke siku, dengan celana blue denim. Sweater hangat tampak diikat melingkar di atas pundaknya. Rapi, fashionable, tapi tidak genit. Sebentuk paras yang rupawan. Alur yang membentuk hidung, bibir, dan dagunya demikian menawan. Terlalu halus untuk laki-laki. Ketampanannya berbaur dengan kelembutan. Penyakit tersebut membuat Valent memiliki ketergantungan terhadap suntikan insulin jika sewaktu-waktu penyakitnya kambuh.

Selain itu, karena penyakitnya membuat Valent tidak bisa terlalu lama bermain di luar rumah. Valent pun tidak memiliki banyak teman.

Karena penyakit diabetes yang diidapnya, Valent tidak bisa terlalu lama bermain di luar rumah. Sinar matahari yang panas akan menguras tenaganya dan membuatnya cepat lelah.

Tokoh Janita Janita adalah ibu Valent. Janita menjadi single parent bagi Valent karena suaminya telah tiada. Ia pun memutuskan membesarkan Valent seorang diri dengan tidak menikah lagi. Janita seorang ibu yang kuat dan tangguh.

Ia bekerja di perusahaan peninggalan suaminya, selain itu ia membesarkan Valent seorang diri hingga dewasa. Ia pun dengan sabar merawat Valent, terlebih lagi jika penyakit Diabetes Valent kambuh. Janita selalu berusaha agar Valent bahagia dan senang. Janita menjerit histeris ketika siang itu menemukan Valent cilik menggigil hebat di dalam kamarnya. Valent meringkuk memilukan di lantai.

Janita segera menyelubungi anaknya dengan selimut berlapis-lapis dan melarikannya ke rumah sakit. Oleh karena itu saat ia tahu bahwa Valent adalah homoseksual, ia sangat shock dan kecewa.

Janita berusaha agar Valent menjauhi Rafky. Tiap ke kantor maupun pulang kantor Valent selalu di antar jemput, bahkan ditunggui. Kini setiap hari Valent diantar-jemput oleh sopir pribadi Janita dan diawasi setiap kegiatannya. Selesai jam kantor, harus langsung pulang ke rumah. Janita menghitung setiap menit. Valent tak boleh terlambat detik 54 pun. Janita seketat mungkin memonitor Valent agar anaknya tidak punya celah sedikut pun untuk bertemu Rafky.

Rhea merupakan gadis modern dengan penampilan trendi. Rhea tidak hanya cantik secara fisik, tapi ia juga cerdas dan mandiri. Ia seorang interior designer. Rhea anak sulung dari keluarga yang kaya raya. Rhea sangat mencintai Rafky dan tidak mau melepaskan Rafky meski ia tahu bahwa Rafky adalah homoseksual.

Sikap Rhea yang posesif dan ambisius ada pada kutipan berikut: Rhea langsung memekik histeris. Ia menerjang dan menerkam Rafky dengan membabi buta.

Filsafat Psikologi

Memukul-mukul dengan kalap. Mencakar tubuh Rafky hingga berdarah. Ia menguntit kemana pun Rafky pergi. Kita bisa main bertiga, kan? Aku rela menjadi pelengkap, asalkan kau kembali padaku! Tokoh Kinan Kinan seorang wanita lugu dan baik hati. Kinan merupakan figur gadis impian. Seorang gadis lembut dan anggun.

Memiliki rambut hitam yang panjang tergerai dan memiliki kulit putih yang halus. Kinan adalah tunangan Valent. Kinan menjadi wanita yang cerewet dan penuntut.

Perubahan sikap Kinan nampak pada kutipan berikut ini: Gadis yang lembut, namun ketika sampai pada soal penikahan, ia bisa menjadi begitu cerewet dan menuntut kesempurnaan. Kinan tidak marah atau benci kepada Valent saat mengetahui Valent menyukai sesama jenis dan mencintai Rafky.

Sikap Kinan tersebut nampak pada kutipan: Seperti matahari yang gagal bersinar ditelan mendung. Pernyataan Kinan yang mendukung cinta Valent dengan Rafky tersebut ada pada kutipan: Kinan juga membantu Valent untuk berbicara kepada Janita agar Janita merestui hubungan Valent dengan Rafky.

Kinan datang mengungkapkan semuanya pada Janita, sementara Valent hanya duduk di sisi gadis itu dengan mulut terkunci. Janita pun menganggap Kinan sebagai wanita bodoh yang tidak mau mempertahankan cintanya.

Janita membentaknya dengan geram. Rampas dia dari Rafky! Keras kepala! Tokoh Raina Raina merupakan seorang ibu yang penuh dengan kasih sayang. Kasih sayang yang ia miliki tidak hilang begitu saja saat ia mengetahui jika Rafky adalah homoseksual.

PSIKOLOGI PENDIDIKAN EDISI 5 BUKU 1

Bahkan, Raina merasa bahwa apa yang terjadi dalam diri Rafky adalah kesalahannya. Walaupun sebenarnya hatinya perih dan kecewa. Raina menggeleng pedih, meski anaknya tak melihat.

Aku tidak akan pernah menyetujui pilihan Rafky. Hatinya menolak keras, tapi tangannya dengan patuh mencatat nama dan alamat rumah sakit yang disebutkan Rafky.

Raina menjadi ibu dan istri yang tabah dalam menghadapi persoalan yang dihadapi keluarganya agar suaminya tegar. Jangan biarkan dia seorang diri…tersesat dalam ketidaktahuannya. Ia tersenyum dan menunjukan empati saat dirinya bertemu dengan Janita di rumah sakit. Raina memandang dengan sinar persahabatan yang tulus LT: Raina menubruk perempuan di hadapannya dengan pedih.

Tokoh Kahfi Kahfi seorang ayah yang tegas. Ayah yang sangat menyayangi ketiga anaknya. Kahfi sangat membanggakan Rafky sebagai anak laki-laki satu-satunya. Namun kebanggaan itu sirna saat Kahfi mengetahui bahwa anak yang selama ini ia banggakan menyukai sesama jenis. Cambuk aku! Kahfi bangkit berdiri dengan wajah mengejang seperti batu karang. Dadanya turun-naik dilahap kemarahan yang mencadas. Ia mengibaskan tangan anaknya jauh-jauh, seolah-olah jijik bersentuhan dengan anak kandungnya sendiri.

Dokter Julian Doker Julian adalah dokter yang merawat Valent jika penyakit diabetesnya kambuh. Dokter Julian seorang dokter yang cekatan, ahli dalam bidangnya , dan bersimpati dengan keadaan pasiennya. Dokter Julian dengan cekatan memberikan pertolongan medis. Botol infus segera dipasang.

Jarum infus ditancapkan. Obat penenang disuntikkan. Gadis Penghibur di Thailand Gadis ini merupakan pekerja seks komersil yang disewa Rafky semalam saat ia berada di Thailand bersama Valent. Rafky menyewa gadis ini untuk membuktikan bahwa dirinya adalah laki-laki normal, masih menyukai perempuan, masih terangsang jika melihat perempuan.

Gadis itu segera memisahkan diri dari kerumunan penari. Ia turun dari panggung dan mendekati si pelayan yang langsung mengantarkannya menemui Rafky. Di depan Rafky gadis itu tersenyum hangat. Refleks ia menggandeng tangan gadis itu, seperti tak rela jika gadis itu disambar lelaki lain. Dengan mesra gadis itu melingkarkan lengannya di tubuh Rafky yang kekar. Mereka lebih tampak seperti sepasang kekasih, daripada seperti laki-laki hidung belang yang berkencan dengan perempuan malam LT: Petugas Wanita di Bandara Petugas wanita di Bandara adalah petugas yang membantu Rafky untuk bisa ikut penerbangan ke Thailand saat ia datang terlambat untuk check in di bandara.

Ia membantu Rafky mengurus prosedus keberangkatan ke luar negri. Jika petugas wanita ini tidak menolongnya, maka Rafky tidak dapat pergi ke Thailand dan bertemu Valent.

A History of Modern Psychology

Tapi ketika Rafky mendekat ke sana, petugas wanita itu tampak berhenti mengetik dan bangkit meninggalkan layar komputer. Entah apa yang ia bicarakan. Terdengar ia sedikit berdebat. Tapi sesaat kemudian ia duduk kembali di kursinya, menghadap layar komputer, membuka kembali data penerbangan dan denah kursi penumpang.

Keberadaan tokoh Rafky dan Valent adalah tokoh yang paling banyak berhubungan dengan tokoh lain. Mereka juga merupakan benang merah yang mengkaitkan beberapa peristiwa serta tokohtokoh lain dalam LT. Mereka merupakan tokoh yang menunjang dalam jalannya cerita dan yang memiliki keterkaitan dengan dua tokoh utama, Rafky dan Valent.

Janita, Rhea, Kahfi sebagai tokoh antagonis dalam novel LT, karena mereka bertiga menimbulkan konflik dalam cerita. Analisis dilakukan untuk mengetahui gambaran ruang dan latar cerita yang digunakan dalam novel. Mengacu pada teori yang dipaparkan oleh Nurgiyantoro, bahwa unsur latar dapat dibedakan kedalam tiga unsur pokok, yakni latar tempat, latar waktu, dan latar sosial, serta teori yang dipapakan oleh Noor bahwa ruang dibagi 61 menjadi ruang terbuka dan tertutup, maka analisis latar novel LT akan dijelaskan sebagai berikut.

Latar Tempat Andrei Aksana banyak memaparkan tempat-tempat yang dilalui maupun dikunjungi tokoh dalam novel LT.

Pada awal cerita, cerita di awali dengan terlambatnya Rafky di bandara Soekarno-Hatta, kemudian pertemuan dan perkenalan Rafky dan Valent di dalam pesawat yang akan menuju Thailand dan bandara Changi di Singapura.

Bandara menjadi latar karena keduanya akan pergi berlibur. Rafky mengempaskan pintu taksi dengan tidak sabar, meskipun taksi itu belum sempurna menepi ke trotoar terminal keberangkatan di bandara Soekarno-Hatta. Sambil mengentakkan ransel di punggungnya, ia menerjang keluar.

Mudah-mudahan belum terlambat, tapi ia sangsi. Tanpa menyadari, ketika sedang mengangkat ranselnya, tepat di saat bersamaan, penumpang yang duduk dibawahnya, beranjak bangkit. Bahu mereka berbenturan. Tidak terlalu keras.

Penumpang yang semula ingin berdiri itu langsung terduduk kembali di kursinya. Wajahnya pias menunjukkan penyesalan. Tidak terlalu lama. Cuma tiga puluh menit.

Psikologi Novel

Rafky memutuskan berkeliling di sekitar terminal kedatangan itu. Di sana ia sempat berpapasan dengan pemuda yang membenturnya di pesawat tadi, tapi Rafky berusaha tidak melirik. Pemuda itu pun hanya menoleh sekilas.

Beberapa kali mereka berpapasan lagi. Di duty free shop. Di gift shop. Pemuda itu menunjuk ke arah kursi di hadapannya yang kosong.

Ia tidak terpaksa ketika akhirnya menjatuhkan tubuhnya duduk di depan pemuda itu. Dijabatnya tangan Valent sekedarnya. Latar tempat di Negara Thailand merupakan latar yang paling banyak dipaparkan pencerita. Hal tersebut dikarenakan dua tokoh utama banyak menghabiskan waktu bersama di Thailand.

Rumah Rafky merupakan latar tempat tinggal Rafky dari kecil hingga dewasa. Rumah Valent sebagai setting penceritaan kehidupan seharihari Valent dengan ibunya Janita.

Rumah Rhea menjadi latar saat Rhea berusaha mencium dan memeluk Rafky serta merayu Rafky untuk menjadi kekasihnya kembali. Kantor Rafky basement dan kafetaria adalah setting Rhea membuntuti dan memergoki Rafky. Bioskop dijadikan setting saat Rafky dan Valent berkencan ganda dengan pacar masing-masing.

Jalan gelap dan sunyi adalah setting pertemuan Rafky dengan Valent yang dilakukan secara sembunyisembunyi. Butik pernikahan dan kantor jasa dekorasi perkawinan adalah latar yang digunakan saat Valent dan Kinan sibuk mempersiapkan kebutuhan pernikahan mereka. Ruang terbuka banyak digunakan sebagai latar dalam LT. Ruang terbuka yang dipakai sebagai latar novel LT adalah Negara Thailand serta jalan yang gelap dan sunyi. Beberapa ruang terbuka di Negara Thailand yang digunakan sebagai latar adalah kota-kota di Thailand, sungai-sungai, dan beberapa objek wisata.

Sedangkan ruang tertutup dalam novel LT adalah Bandara Changi di Singapura toko buku Times Newslink, duty free shop, gift shop, ruang tunggu , Bandara Soekarno Hatta, hotel dan kafe di Thaliand, rumah Rafky, rumah Valent, Rumah Sakit, rumah Rhea, kantor Rafky basement dan kafetaria , bioskop, butik pernikahan, dan kantor jasa dekorasi perkawinan. Ruang dimana Rafky pergi berjalan-jalan di Thailand maupun saat transit di Singapura menunjukkan jika Rafky memiliki jiwa petualang.

Rafky yang tidak suka berada di hotel yang 64 mewah dan menyukai keramaian juga menunjukkan sosok Rafky yang sederhana dan esktrovert. Berbeda dengan Rafky, Valent yang lebih menyukai berada di ruangan kamar hotel menunjukkan diri Valent yang introvert. Latar Waktu Latar waktu yang digunakan pengarang untuk menceritakan kisah ini adalah pagi, siang, sore, dan malam hari.

Tidak ada yang mendominasi atau paling sering digunakan. Ketiga waktu tersebut dipakai oleh pengarang dengan porsi yang sama.

Rafky menyibak tirai kamar. Sinar matahari pagi menerobos tanpa ijin. Dikalahkan lautan cahaya yang berasal dari kanal dan sungai LT: Latar waktu dengan keterangan angka jam ada pada awal cerita saat Rafky terlambat datang di bandara.

See a Problem?

Sudah lima belas menit menyingkir dari angka delapan. Jadwal keberangkatannya pukul Seharusnya ia sudah check in minimal satu jam sebelumnya untuk penerbangan internasional seperti ini.

Ketika ia berusia dua tahun, ayahnya meninggal karena kecelakaan. Latar Sosial Latar sosial menyaran pada hal-hal yang berhubungan dengan perilaku kehidupan sosial masyarakat di suatu tempat yang diceritakan dalam karya fiksi Nurgiyantoro, Perilaku kehidupan sosial tersebut dapat berupa kebiasaan hidup, adat istiadat, tradisi, keyakinan, pandangan hidup, cara berpikir dan bersikap.

Selain itu juga berhubungan dengan status sosial tokoh yang bersangkutan, misalnya rendah, menengah, atau atas. Latar sosial yang ada pada novel LT akan dijabarkan sebagai berikut. Seorang anak laki-laki satu-satunya dalam keluarga akan dituntut oleh orang tuanya untuk melindungi keluarganya dan saudara perempuannya. Demikian juga dengan Rafky, yang anak laki-laki satu-satunya.

Orang tua yang selalu menginginkan anak laki-lakinya menjadi pria dewasa yang kuat, cerdas, dan tampan tampak pada harapan Kahfi dan Raina kepada Rafky. Sebagai anak laki-laki satunya, sejak kecil Rafky dididik untuk menjadi lelaki yang kuat dan tegar. Rafky dibentuk menjadi perisai keluarga.

Juga bintang kelas. Begitulah dambaan setiap orangtua kepada anak laki-laki. Jangan lahir jika hanya menjadi anak laki-laki yang memalukan. Mengasihinya dengan kondisi apa pun. Reina memeluk dan mendekap anaknya dengan kasih sayang walaupun tahu bahwa anaknya menyukai sesama pria. Selain itu, ibu selalu mengharapkan yang terbaik untuk anaknya. Janita pun menginginkan Valent menikah dengan Kinan karena menurutnya hal tersebut merupakan yang terbaik untuk Valent. Aku sebagai ibu yang seharusnya bertanggungjawab ketika kau tumbuh dengan keliru….

Karena dialah anak lelaki satu-satunya. Kau adalah laki-laki normal, laki-laki terhormat. Kau akan menikah, punya anak, punya keluarga yang bahagia…. Anak pun ingin membalas pengorbanan kedua orangtua saat anak dewasa. Valent ingin membayar semua pengorbanan ibunya, membahagiakannya dengan menikah dan menjadi pria sejati. Izinkan aku berbakti kepada ibuku…. Cinta terlarang yang seharusnya tidak dilakukan. Semua ini semu, Val. Bukan cinta yang abadi….

Pekik Janita dengan mata berkaca-kaca. Kalian bukan laki-laki dan perempuan! Masyarakat, norma, dan hukum juga. Padahal apa salah kita? Kita tidak minta dilahirkan begini, bukan?

Tidak terkecuali dengan laki-laki. Rafky meneteskan air mata saat melihat orangtuanya kecewa dan marah karena mengetahui dirinya adalah homoseksual. Status sosial yang dimiliki Valent terlihat saat ia memesan hotel dan fasilitas lainnya yang serba mewah di Thailand.

Hal tersebut menunjukkan bahwa Valent adalah orang kaya. Rafky terperanjat dan gemas melihat semua fasilitas dan pelayanan yang dipilih Valent. Gaya pemborosan anak pejabat. Itulah keyakinan yang dipegang masyarakat, sehingga Kinan membatalkan pernikahannya dengan Valent karena tidak mau gagal dalam pernikahan. Mereka bilang, memang banyak yang harus dipertimbangkan sebelum akhirnya memutuskan untuk menikah, karena pernikahan sebaiknya hanya sekali seumur hidup.

Tema Novel Lelaki Terindah Gagasan pencerita, ide sentral cerita, atau yang disebut dengan tema, akan ditemukan di balik kaitan unsur-unsur alur, tokoh, latar, dan pusat pengisahan Stanton melalui Prihatmi, Tema merupakan gagasan yang mendasari suatu karya sastra. Tema didukung oleh pelukisan latar dan tersirat dalam lakuan tokoh atau dalam penokohan. Tema dapat menjadi faktor yang mengikat peristiwa-peristiwa dalam satu alur, sehingga menjadi kekuatan yang mempersatukan berbagai unsur yang membangun cerita atau karya sastra menjadi motif tindakan tokoh Sudjiman, Wujud tema dalam fiksi biasanya biasanya berpangkal pada alasan tindak atau motif tokoh Sayuti, Makna atau pengalaman kehidupan itu biasanya masalah kehidupan yang dialami oleh masyarakat.

Masalah kehidupan tersebut merupakan hasil pengamatan dan interaksi pengarang dengan lingkungan ia berada. Berdasarkan teori yang dikemukakan oleh Saad dan Nurgiyantoro, maka penulis menyimpulkan bahwa tema utama tema mayor novel LT adalah kisah percintaan terlarang antara dua orang pria.

Percintaan kaum homoseksual yang terjadi antara Rafky dan Valent menjadi dasar atau gagasan dalam cerita. Persoalan cinta antara Rafky dan Valent adalah persoalan yang paling menonjol dalam cerita.

Di samping itu, persoalan tersebut menimbulkan konflik dan pertentangan diantara tokoh-tokohnya. Tokoh-tokoh dalam LT mempersoalkan benar atau tidaknya hubungan percintaan yang dilakukan oleh Rafky dan Valent. Pertentangan percintaan sesama jenis yang dalam hal ini adalah homoseksual, dapat diketahui melalui kutipan dialog Rafky dengan Janita, Raina, dan Kinan: Salah atau benar! Terhormat atau memalukan!

Tapi kalian malah mengorbankan hidup orang lain! Kau yang merusak semuanya! Teganya kau meninggalkanku demi seorang laki-laki! Tokoh lain diceritakan hanya sebagai penunjang cerita. Persoalan kaum homoseksual yang selama ini ditentang oleh masyarakat menjadi inti cerita novel LT. Andrei Aksana mengajak pembaca untuk ikut memikirkan dan memecahkan masalah kehidupan yang selalu kembali di tiap zaman, seperti masalah homoseksual ini.

Kepribadian Tokoh Rafky dan Valent Kepribadian merupakan suatu totalitas psikhophisis yang kompleks dari manusia sebagai individu Sujanto, Kepribadian manusia nampak pada tingkah lakunya yang unik. Kepribadian manusia yang satu dengan yang lain tidak sama. Jika seseorang memiliki kepribadian yang sama, kepribadian tersebut tidaklah identik. Mengacu pada teori yang dikemukakan oleh Jung, berikut ini akan dipaparkan kepribadian yang dimiliki oleh tokoh Rafky dan Valent dalam novel LT. Kepribadian Tokoh Rafky Rafky, pemuda tampan yang menjadi idaman para wanita.

Tiap wanita yang pertama kali melihatnya pasti akan langsung terpukau akan ketampanan dan kegagahan yang dimiliki Rafky. Tampan, gagah, pintar, dan sukses merupakan sosok pria idaman setiap wanita. Semua kriteria pria idaman tersebut ada pada diri Rafky. Fungsi Jiwa Awalnya, pikiran dan perasaan Rafky bekerja secara rasional, mampu menilai yang benar atau salah dan menyenangkan atau tidak menyenangkan.

Tetapi setelah ia bertemu Valent, pikiran dan perasaannya menentang apa yang selama ini dianggap benar oleh norma masyarakat. Pikiran Rafky secara rasional masih dapat menilai bahwa sesuatu yang telah dilakukannya adalah salah, yakni saat ia menyadari bahwa dirinya telah melakukan hubungan seksual sesama jenis dengan Valent. Belum pernah Rafky merasa begitu jijik dengan dirinya sendiri.

Bercinta dengan sesama laki-laki! Gila sekali! Tak pernah sekali pun terbesit dalam pikirannya! Rafky masih menyukai perempuan. Perempuan masih sangat menarik untuk dilewatkan begitu saja. Kalaupun sudah tidak ada lagi perempuan di muka bumi ini, Rafky juga tidak sudi melirik laki-laki! Jadi mengapa peristiwa terkutuk itu terjadi semalam?

Mengapa ia bisa bercinta dengan laki-laki? Perasaan yang secara rasional akan menyenangkan jika terjadi diantara pria dengan perempuan, bukan pria dengan pria. Rafky menilai akan menyenangkan jika ia bersama Valent, walaupun hal tersebut tidak wajar. Bukankah ia juga membalas semua yang dilakukan Valent kepadanya? Balas memeluk. Balas mencium. Balas memagut…. Ia tidak meminta Valent menghentikan sentuhannya. Ia justru menikmati.

Rafky tetap mencintai dan berhubungan dengan Valent walaupun ia mengetahui bahwa hubungan mereka menyimpang.

Rafky melakukan itu semua dikarenakan perasaan menyenangkan yang ada pada dirinya. Rafky menilai apa yang ia lakukan adalah atas dasar menyenangkan, tidak peduli benar atau salah. Perlahan Rafky menyentuh tangan Valent. Aku akan selalu berada di sampingmu. Tak kuat mendustai perasaan, akhirnya malam itu Rafky nekat mendatangi rumah Valent meski larangan telah dijatuhkan seperti palang kereta api yang menghalangi mobil melintas.

Rafky nekat menerobos, walaupun maut taruhannya. Rafky hanya melenguh sedikit, melirik tak acuh ke arah pemuda itu. Masih muda. Usianya ssitea dengan Rafky, sekitar 27 tahun.

Wajahnya tampan. Penampilannya menarik. Mengajaknya duduk istirahat setiap Valent tampak kelelahan. Mengulurkan saputangan ketika Valent berkeringat.

Dalam diri Valent, Rafky menemukan kecantikan perempuan yang berbaur begitu indahnya dengan ketampanan laki-laki. Barangkali karena itu Rafky seolah terbius. Karena ia melihat Valent sebagai lelaki terindah, sebagai seorang perempuan….

Mungkin karena Rhea bukan hanya istemewa secara fisik, namun juga cerdas. Rafky yang laki-laki normal akan terangsang saat sentuhan lembut membelai dan mengusap dirinya. Rafky membiarkan ke mana pun jari Valent beranjak pergi. Menelusuri wajahnya, merayap ke telinganya, turun ke lehernya, membelai lengannya, meremas dadanya…. Tahu-tahu sudah tak tersisa sehelai benang pun di badannya. Rafky tak ingat lagi kapan Valent menanggalkannya.

Gerakan Valent demikian lembut dan halus. Kutipan di bawah ini menunjukkan instusi tersebut: Entah kapan dimulainya naluri ini. Ia merasa iba pada Valent. Kondisi Valent yang rapuh, membangkitkan sifat kelelakian Rafky yang ingin melindungi.

Sikap Jiwa Sikap jiwa Rafky adalah ekstavers terbuka. Kehidupan Rafky lebih dipengaruhi oleh dunia objektif, dunia di luar dirinya. Id berada dan beroperasi dalam daerah unconscious, mewakili subyektivitas yang tidak pernah disadari sepanjang usia. Id berhubungan erat dengan proses fisik untuk mendapatkan energi psikis yang digunakan untuk mengoperasikan sistem dari struktur kepribadian lainnya.

Energi psikis dalam id itu dapat meningkat oleh karena perangsang, dan apabila energi itu meningkat maka menimbulkan tegangan dan ini menimbulkan pengalaman tidak enak tidak menyenangkan.

Dari situlah id harus mereduksikan energi untuk menghilangkan rasa tidak enak dan mengejar keenakan.

Id beroperasi berdasarkan prinsip kenikmatan pleasure principle , yaitu berusaha memperoleh kenikmatan dan menghindari rasa sakit. Bagi Id, kenikmatan adalah keadaan yang relative inaktif atau tingkat enerji yang rendah, dan rasa sakit adalah tegangan atau peningkatan enerji yang mendambakan kepuasan.

Jadi ketika ada stimulasi yang memicu enerji untuk bekerja-timbul tegangan energi-id beroperasi dengan prinsip kenikmatan; berusaha mengurangi atau menghilangkan tegangan itu; mengembalikan diri ke tingkat energi rendah.

Penerjemahan dari kebutuhan menjadi keinginan ini disebut dengan proses primer. Proses primer ialah reaksi membayangkan atau mengkhayal sesuatu yang dapat mengurangi atau menghilangkan tegangan-dipakai untuk menangani stimulus kompleks, seperti bayi yang lapar membayangkan makanan atau putting ibunya.

Id hanya mampu membayangkan sesuatu, tanpa mampu membedakan khayalan itu dengan kenyataan yang benar-benar memuaskan kebutuhan. Id tidak mampu menilai atau membedakan benar-salah , tidak tahu moral. Jadi harus dikembangkan jalan memperoleh khayalan itu secara nyata, yang member kepuasan tanpa menimbulkan ketegangan baru khususnya masalah moral. Alasan inilah yang kemudian membuat id memunculkan ego. Ego Ego adalah aspek psikologis daripada kepribadian dan timbul karena kebutuhan organisme untuk berhubungan secara baik dengan dunia kenyataan atau realita Freud dalam Suryabrata Ego berbeda dengan id.

Menurut Koeswara , ego adalah sistem kepribadian yang bertindak sebagai pengaruh individu kepada objek dari kenyataan, dan menjalankan fungsinya berdasarkan prinsip kenyataan.

Menurut Freud dalam Bertens , ego terbentuk dengan diferensiasi dari id karena kontaknya dengan dunia luar, khususnya orang di sekitar bayi kecil seperti orang tua, pengasuh, dan kakak adik. Ego timbul karena adanya kebutuhan-kebutuhan organisme memerlukan transaksi-transaksi yang sesuai dengan dunia realita atau kenyataan.

Ego adalah eksekutif pelaksana dari kepribadian, yang memiliki dua tugas utama; pertama, memilih stimuli mana yang hendak direspon dan atau insting mana yang akan dipuaskan sesuai dengan prioritas kebutuhan. Kedua, menentukan kapan dan bagaimana kebutuhan itu dipuaskan sesuai dengan tersedianya peluang yang resikonya minimal.

Menurut Bertens , tugas ego adalah untuk mempertahankan kepribadiannya sendiri dan menjamin penyesuaian dengan lingkungan sekitar, lagi untuk memecahkan konflik- konflik dengan realitas dan konflik-konflik antara keinginan-keinginan yang tidak cocok satu sama lain. Dengan kata lain, ego sebagai eksekutif kepribadian berusaha memenuhi kebutuhan id sekaligus juga memenuhi kebutuhan moral dan kebutuhan berkembang-mencapai- kesempurnaan dari superego. Ego sesungguhnya bekerja untuk memuaskan id, karena itu ego yang tidak memiliki energi sendiri akan memperoleh energi dari id.

Untuk itu sekali lagi memahami apa yang dimaksudkan dengan proses sekunder, perlu untuk melihat sampai dimana proses primer membawa seorang individu dalam pemuasan keinginan sehingga dapat diwujudkan dalam sebuah kenyataan.

Proses sekunder terdiri dari usaha menemukan atau menghasilkan kenyataan dengan jalan suatu rencana tindakan yang telah dikembangkan melalui pikiran dan oral pengenalan. Superego Menurut Bertens , superego dibentuk melalui internalisasi internalization , artinya larangan-larangan atau perintah-perintah yang berasal dari luar para pengasuh, khususnya orang tua diolah sedemikian rupa sehingga akhirnya terpancar dari dalam. Super Ego lebih merupakan kesempurnaan daripada kesenangan.

Oleh karena itu, Super Ego dapat pula dianggap sebagai aspek moral kepribadian. Fungsinya yang pokok ialah menentukan apakah sesuatu benar atau salah, pantas atau tidak, susila atau tidak, dan dengan demikian pribadi dapat bertindak sesuai dengan moral masyarakat.

Superego adalah kekuatan moral dan etik dari kepribadian, yang beroperasi memakai prinsip idealistic sebagai lawan dari prinsip kepuasan id dan prinsip realitik dari ego alwisol, Superego bersifat nonrasional dalam menuntut kesempurnaan, menghukum dengan keras kesalahan ego, baik yang telah dilakukan maupun baru dalam fikiran. Superego dalam hal mengontrol id, bukan hanya menunda pemuasan tapi merintangi pemenuhannya.

Fungsi utama dari superego yang dihadirkan antara lain adalah: 1. Sebagai pengendali dorongan atau impuls-impuls naluri id agar impuls-impuls tersebut disalurkan dengan cara atau bentuk yang dapat diterima oleh masyarakat. Untuk mengarahkan ego pada tujuan-yang sesuai dengan moral ketimbang dengan kenyataan. Mendorong individu kepada kesempurnaan. Superego senantiasa memaksa ego untuk menekan hasrat-hasrat yang berbeda kealam sadar. Superego bersama dengan id, berada dialam bawah sadar Hall dan Lindzey, Jadi superego cenderung untuk menentang, baik ego maupun id, dan membuat dunia menurut konsepsi yang ideal.

Ketiga aspek tersebut meski memiliki karakteristik sendiri-sendiri dalam prakteknya, namun ketiganya selalu berinteraksi secara dinamis.

Proses Distribusi dan Pemakaian Energi Psikis Proses distribusi dan penggunaan energi psikis ini pada hakekatnya merupakan bagian dari Dinamika kepribadian teori Freud. Seperti halnya Freud dalam Alwisol, 23 , berpendapat bahwa manusia sebagai sistem yang kompleks memaikai energi untuk berbagai tujuan seperti bernafas, bergerak, mengamati, dan mengingat.

Kegiatan psikologik juga membutuhkan energi, yang disebutnya energi psikik psychic energy. Energi yang ditransfrom dari energi fisik melalui Id beserta insting-instingnya, dan ini bagi Freud sesuai dengan kaidah Fisika, bahwa energi tidak dapat lepas pada diri manusia namun energi itu dapat berpindah-pindah dan berubah bentuk.

Dinamika kepribadian ditentukan oleh cara energi psikis yang didistribusikan serta digunakan oleh id, ego dan superego. Oleh karena jumlah energi itu terbatas, maka akan terjadi semacam persaingan diantara ketiga sistem itu dalam menggunakan energi tersebut.

Salah satu sistem mengontrol energi itu dengan mengorbankan dua sistem lain. Pada mulanya, id memiliki semua energi yang digunakan untuk merefleksikan gerakan dan memenuhi hasrat melalui proses primer. Energi id sangat mudah berubah karena id tidak mampu mengadakan diskriminasi atau perbedaan secara cermat diantara objek-objek.

Objek- objek yang berbeda diperlakukan seolah-olah sama, yakni tidak ada perbedaan antara lambang mental dan acuan fisiknya. Contohnya adalah terdapat pada bayi yang sedang haus, dia akan mengambil apa saja yang dapat dipegangnya dan memasukkannya ke mulutnya. Karena ego tidak mempunyai sumber energi sendiri, maka ia harus meminjamnya dari id.Aspects of the ego is not balanced with the character superego aspect, then in the event of self-awareness on the figure, the ego back into play so that the resulting chaos and abnormal action.

Ketiga aspek tersebut meski memiliki karakteristik sendiri-sendiri dalam prakteknya, namun ketiganya selalu berinteraksi secara dinamis. Analysis of the psychology literature of Dewi Kawi want to describe the structural aspects and psychological aspects of character.

Menurut Suryabrata, , Fungsi kecemasan adalah memperingatkan sang pribadi akan bahaya, ia merupakan isyarat bagi ego bahwa kalau tidak dilakukan tindakan-tindakan tepat, maka bahaya itu akan meningkat sampai ego dikalahkan, Suryabrata, Toggle navigation.

Namun bisa saja pertahanan-pertahanan yang dilakukan oleh ego menjadi lebih lemah karena energinya tidak cukup untuk menahan besarnya dorongan yang dilakukan oleh id, sehingga memunculkan bentuk ketakutan atau kecemasan dari id sekitarnya penekanan atau pertahanan yang dilakukan ego untuk mengekang dorongan id menjadi gagal.

Orang dewasa juga akan mendapatkan hukuman jika melanggar norma yang ada di masyarakat. Sekali energi yang disediakan oleh insting-insting disalaurkan ke Ego dan Super Ego lewat mekanisme identifikasi, maka interaksi daya-daya mendorong dan menahan atau kateksis dan anti kateksis bisa berlangsung.

Apabila id menjadi terlalu mengancam, maka ego akan membentuk pertahanan-pertahanan terhadapnya.

LAMONICA from Memphis
I do relish reading books unfortunately. Look through my other articles. One of my extra-curricular activities is action figure.
>